Cloud Computing: sebuah Prospek yang Menjanjikan bagi Komputasi Masa Depan

cloud-computingCloud computing-bisa dikatakan gegap gempita baru dalam berkomputasi di zaman sekarang dan kelak di masa depan. Cloud computing merupakan komputasi berbasis internet dimana server menyediakan media penyimpanan, perangkat lunak, dan informasi yang disediakan untuk komputer dan perangkat mobile sesuai permintaan. Cloud computing berorientasi pada layanan dan komputasi yang sifatnya membantu (utility). Dengan demikian konsumen tidak lagi membutuhkan sebuah keahlian terhadap kontrol yang tersedia di “awan” internet.

Internet, dalam abstraksinya sering dimetaforakan sebagai “awan” (Inggris: cloud) yang menggambarkan infrastruktur yang kompleks di dalamnya, persis seperti awan, tanpa kita tahu siapa pengelolanya, kontrol terhadapnya, yang penting user dapat memanfaatkannya sesuai dengan koridor yang sah.

Mayoritas infrastruktur komputasi awan terdiri dari layanan yang diberikan melalui pusat umum dan dibangun pada server. Awan sering muncul sebagai titik akses tunggal untuk memenuhi kebutuhan komputasi konsumen. Penawaran komersial umumnya diharapkan untuk memenuhi kualitas layanan (QoS) persyaratan pelanggan, dan biasanya mencakup perjanjian tingkat layanan (SLA). Petugas awan utama layanan termasuk Amazon, Rackspace Cloud, Salesforce, Microsoft dan Google. Beberapa raksasa IT yang secara aktif terlibat dalam komputasi awan adalah Fujitsu, Dell, Red Hat, Hewlett Packard, IBM, VMware dan NetApp.

CIRI-CIRI CLOUD COMPUTING

  1. Komputasi Otonom, sistem komputer yang mampu mengatur atau me-manajemen sendiri secara otomatis.
  2. Client-server model, komputasi client-server mengacu secara luas untuk setiap aplikasi terdistribusi yang membedakan antara penyedia layanan (server) dan pengguna layanan (klien).
  3. Grid computing, suatu bentuk komputasi terdistribusi dan komputasi paralel, dimana sebuah ‘super komputer dan virtual’ terdiri dari sekelompok jaringan, komputer lebar ditambahkan serta bertindak untuk melakukan tugas yang demikian besar.
  4. Mainframe komputer, Komputer luar biasa yang banyak digunakan oleh organisasi-organisasi besar untuk aplikasi kritis, biasanya proses transaksi pemrosesan data massal seperti sensus, statistik industri dan konsumen, perencanaan sumber daya perusahaan, dan keuangan.
  5. Utility komputasi, dengan kemasan sumber daya komputasi, seperti perhitungan dan penyimpanan.
  6. Peer-to-peer, arsitektur yang didistribusikan tanpa perlu koordinasi pusat, dengan peserta yang pada saat yang sama pihak pemasok dan konsumen sumber daya (berbeda dengan model client-server tradisional)
  7. berorientasi layanan komputasi, Cloud computing menyediakan layanan yang berkaitan dengan komputasi sementara, dengan cara timbal balik, komputasi berorientasi layanan terdiri dari teknik komputasi yang beroperasi pada perangkat lunak layanan.

 

Dengan demikian, dapat ditarik sebuah konklusi bahwa cloud computing merupakan model komputasi yang berbasis internet, dimana media penyimpanan serta software untuk kebutuhan komputasi sudah disediakan di internet. Berbeda dengan cara tradisional, dimana seluruh kebutuhan komputasi tersimpan dalam PC. Demikianlah cloud computing menyediakan seabrek kebutuhan komputasi tanpa kita perlu menginstal suatu aplikasi, bahkan sistem operasi ke dalam suatu PC. Segala kebutuhan komputasi sudah ready to use di internet. Jadi yang kita butuhkan sekarang adalah koneksi internet yang mantap dan keren. Namun demikian masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh pihak server yang bergerak di bidang itu sehingga ke depan, segala pertimbangan yang membimbangkan user dapat diminimalisir dengan baik.

Terus terang saja, tingkat loyalitas saya dengan cloud computing tersebut masih di bawah 90 persen. Mengapa tidak? Bukankah media penyimpanan dan aplikasi yang dibutuhkan ada di internet, bukan di PC client? Bukanlah dengan semakin jauhnya media penyimpanan dengan PC itu semakin besar hambatan, demikian pula kemungkinan negatif yang datang dari arah cybercrime semakin terbuka lebar? Belum lagi kalau kita bicara masalah koneksi internet di Indonesia yang, kata orang luar, ada unsur manipulasi penyedia layanan untuk menjebak pelanggannya agar membayar mahal biaya layanan, alias “kurang fair”. Namun demikian kita perlu yakin bahwa di dunia ini berlaku sebuah hukum “nothing imposible”. Mungkin di suatu saat nanti kualitas layanan internet semakin keren sehingga tingkat kepercayaan publik semakin tinggi mendekati 100 persen, dan pada akhirnya, biaya pembelian lisensi software beralih ke biaya layanan cloud computing. Dengan demikian, publik memiliki dua opsi yang layak dipertimbangkan: cloud computing dan desktop computing. Mana yang akan mendominasi? Tentunya kita harus kembali pada SDM dari masing-masing madzhab komputasi tersebut. yang jelas, spesies cerdas akan lebih mampu bertahan dalam pertempuran menuju yang terdepan. Survival for the fitherst.

 

Sejarah Cloud Computing

john-mccarthyPada dekade 1960-an, John McCharthy, pakar komputasi MIT yang juga dikenal sebagai salah satu pionir dalam bidang kecerdasan buatan, menyampaikan sebuah visi bahwa “Suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik, seperti listrik dan telepon.”

 

 

Namun baru di tahun 1995 seorang pendiri Oracle bernama Larry Ellison mengsung ide “Network Computing” sebagai kampanye untuk menggugat dominasi Microsoft yang di saat itu menjadi penguasa desktop computing dengan Windows 95 buatannya.

larry-ellisonDengan demikian Larry Ellison menjajakan sebuah ide bahwa dalam berkomputasi, user tidak membutuhkan sistem operasi, program aplikasi, dll yang harus dicekoki ke dalam PC mereka. Hingga singkatnya pada awal abd ke 21, Kehadiran berbagai teknik baru dalam pengembangan perangkat lunak di awal abad 21, terutama di area pemrograman berbasis web disertai peningkatan kapasitas jaringan internet, telah menjadikan situs-situs internet bukan lagi berisi sekedar informasi statik. Tapi sudah mulai mengarah ke aplikasi bisnis yang lebih  kompleks.

marc-benioffPopularitas Cloud Computing semakin menjulang saat di awal 2000-an, Marc Benioff ex VP di Oracle, meluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk Software as a Service, Salesforce.com,  yang mendapatkan sambutan gegap gempita.

Dengan slogan yang terkenal yaitu “The End of Software”, Benioff bisa dikatakan berhasil mewujudkan Larry Elisson tentang Network Computing menjadi kenyataan satu dekade kemudian.

Selanjutnya jargon Cloud Computing bergulir seperti bola salju menyapu dunia teknologi informasi. Dimulai di tahun 2005, mulai muncul inisiatif yang didorong oleh nama-nama besar seperti Amazon.com yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud), Google dengan Google App Engine-nya, tak ketinggalan raksasa biru IBM meluncurkan Blue Cloud Initiative dan lain sebagainya.

Akhirnya seperti yang kita saksikan sekarang, seluruh nama-nama besar terlibat dalam pertarungan menguasai awan ini. Bahkan pabrikan Dell, pernah mencoba mempatenkan istilah “Cloud Computing”, namun ditolak oleh otoritas paten Amerika.

About Mohammad Roqib

Penulis (Eep Setiawan) bukanlah orang hebat, apalagi sok hebat. Hanya ingin berbagi karena dengan berbagi kita akan terus belajar dan belajar. Berbagi takkan pernah merugikan diri. Malah sebaliknya, Dengan berbagi kita akan mendapat pengetahuan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Posted on 15 Juli 2011, in mengenal internet and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Segera untuk larikan keahlian anda pada teknologi baru seperti yang di kutip tulisan diatas, yaitu Cloud Computing. Cloud Computing akan menjadi trend yang sangat besar, bahkan bukan hanya sekedar trend tetapi sangat menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan dalam penyimpanan data/dokumen perusahaan, semuanya akan lebih mudah, lebih murah, dan yang pasti akan tetap aman data yang tersimpan di server di internet. Jadi jangan sampai terlambat untuk menggunakan teknologi baru Cloud Computing.
    Marketing teami. Institute of Technology Purwadhika Nusantara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: