SIRAH RASULULLAH SAW

PENTINGNYA SIRAH RASULULLAH SAW


lmb74TUJUAN mengkaji Sirah Rasulullah bukan sekedar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan kisah-kisah dan kasus yang menarik. Karena  itu, tidak sepatutnya kita menganggap kajian fikih Sirah Rasulullah termasuk sejarah, sebagaimana kajian tentang sejarah hidup salah seorang Khalifah, atau sesuatu periode sejarah yang telah silam.

Tujuan mengkaji Sirah Rasulullah adalah agar setiap muslim memperoleh gambaran tentang hakekat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehiduapn Nabi Muhammad saw, sesudah ia dipahami secara konseptional sebagai prinsip, kaidah dan hukum. Kajian Sirah Rasulullah hanya merupakan upaya aplikatif yang bertujuan memperjelas hakekat Isam secara utuh dalam keteledanannya yang tertinggi, Baginda Nabi Besar Muhammad saw.

Bila kita rinci, maka dapat dibatasi dalam beberapa sasaran berikut ini :

Memahami pribadi kenabisan Rasulullah saw melalui celah-celah kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya, utnuk menegaskan bahwa Rasulullah bukan hanya seorang yang terkenal di antara kaumnya , tetapi sebelum itu beliau adalah seorang Rasul yang didukung oleh Allah dengan wahyu dan taufiq dari-Nya.

Agar manusia mendapatkan gambaran akhlak Rasulullah menyangkut seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan pedoman kehidupannya. Tidak diragukan lagi betapa pun manusia mencari tipe ideal mengenai salah satu aspek kehidupan, dia pasti akan mendapatkan di dalam kehiduapn Rasulullah secara jelas dan sempurna. Karena itu, Allah menjadikannya suri tauladan bagi seluruh manusia. Firman Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.“  (QS al-Ahzab : 21).

Agar manusia mendapatkan, dalam mengkaji Sirah Rasulullah ini sesuatu yang dapat membawanya untuk memahami kitab Allah dan semangat tujuannya. Sebab, banyak ayat-ayat al-Quran yang baru bisa ditafsirkan dan dijelaskan maksudnya melalui peristiwa-peristiwa ynag pernah dihadapi Rasulullah dan disikapinya.

Melalui kajian Sirah Rasulullah ini seorang muslim dapat mengumpulkan sekian banyak pengetahuan Islam yang benar, baik menyangkut aqidah, syariah ataupun akhlak. Sebab tak diragukan lagi bahwa kehiduapn Rasulullah merupakan gambaran yang konkret dari sejumlah prinsip dan hukum Islam.

Di antara hal itu terpenting yang menjadikan Sirah Rasulullah cukup untuk memenuhi semua sasaran ini adalah bahwa seluruh kehidupan beliau mencakup seluruh aspek sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik sebagai pribadi ataupun sebagai anggota masyarakat yang aktif.

Kehidupan Rasulullah memberikan kepada kita contoh-contoh mulia, baik sebagai pemuda Islam yang lurus perilakunya dan terpercaya di antara kaum dan juga kerabatnya, ataupun sebagai dai kepada Allah dengan hikmah dan nasehat yang baik, yang mengerahkan segala kemampuan utnuk menyampaikan risalahnya. Juga sebagai kepala negara yang mengatur segala urusan dengan cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yang penuh kasih sayang, sebagai panglima perang ang mahir, sebagai negarawan yang pandai dan jujur, dan sebagai muslim secara keseluruhan (kaffah) yang dapat melakukan secara imbang antara kewajiban beribadah kepada Allah dan bergaul dengan keluarga dan sahabatnya dengan baik

Maka kajian Sirah Rasulullah ini tidak lain hanya menampakkan aspek-aspek kemanusiaan ini secara keseluruhan yang tercermin dalam suri tauladan yang paling sempurna dan terbaik.

Pentingnya Sirah Nabawiyah untuk Memahami Islam

TUJUAN mengkaji Sirah Nabawiyah bukan sekadar untuk mengetahui
peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan kisah-kisah dan kasus yang
menarik. Karena itu, tidak sepatutnya kita menganggap kajiah Fiqh Sirah
Nabawiyah termasuk kajian seja­rah, sebagaimana kajian tentang sejarah hidup
salah seorang khalifah, atau sesuatu periode sejarah yang telah silam.

Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah ialah agar setiap Muslim memperoleh gambaran
tentang hakikat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehidupan
Nabi saw, sesudah ia dipahami secara konsepsional sebagai prinsip, kaidah
dan hukum. Sirah Naba­wiyah hanya merupakan upaya aplikatif yang bertujuan
memperjelas hakikat Islam secara utuh dalam keteladanannya yang tertinggi,
Muhammad SAW.

Bila kita rinci, maka dapat dibatasi dalam beberapa sasaran berikut ini :

1.        Memahami pribadi kenabian Rasulullah SAW melalui celah-celah
kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya, untuk menegaskan
bahwa Rasulullah saw bukan hanya seorang yang terkenal genial diantara
kaumnya, tetapi sebelum itu beliau adalah seorang Rasul yang didukung oleh
Allah dengan wahyu dan taufiq dari-Nya.

2.        Agar manusia mendapatkan gambaran al-Matsalal-A’la menyangkut
seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan pedoman
kehidupan. Tidak diragukan lagi betapapun menusia mencari matsala’la (tipe
ideal) mengenai salah satu aspek kehidupan, dia pasti akan mendapatkan di
dalam kehidupan Rasulullah saw secara jelas dan sempurna. Karena itu, Allah
menjadikannya qudwah bagi seluruh manusia.

Firman Allah:

” Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu….”
(al-Ahzab: 21)

 

3.             Agar manusia mendapatkan, dalam mengkaji Sirah Rasulullah
ini, sesuatu yang dapat membantunya untuk memahami kitab Allah dan semangat
tujuannya. Sebab, banyak ayat-ayat al-Qur’an yang baru bisa ditafsirkan dan
dijelaskan maksudnya melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dihadapi
Rasulullah saw dan disikapinya.

4.             Melalui kajian Sirah Rasulullah saw ini seorang Muslim dapat
mengumpulkan sekian banyak tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, baik
menyangkut aqidah, hukum ataupun akhlak. Sebab, tak diragukan lagi bahwa
kehidupan Rasulullah saw merupakan gambaran yang konkret dari sejumlah
prinsip dan hukum Islam.

5.             Agar setiap pembina dan da’i Islam memiliki contoh hidup
me­nyangkut cara-cara pembinaan dan da’wah. Adalah Rasulullah saw seorang
da’i, pemberi nasehat dan pembina yang baik, yang tidak segan-segan mencari
cara-cara pembinaan dan pendidikan terbaik selama beberapa periode
da’wahnya.

Di antara hal terpenting yang menj’adikan Sirah Rasulullah saw cukup
memenuhi semua sasaran ini ialah, bahwa seluruh kehidupan beliau mencakup
seluruh aspek sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik sebagai
pribadi ataupun anggota masyarakat yang aktif.

Kehidupan Rasulullah saw memberikan kepada kita contoh-contoh mulia, baik
sebagai pemuda Islam yang lurus perilakunya dan terpercaya di antara kaum
dan juga kerabatnya, ataupun sebagai da’i kepada Allah dengan hikmah dan
nasehat yang baik, yang mengerahkan segala kemampuan untuk menyampaikan
risalahnya. Juga sebagai kepala negara yang mengatur segala urusan dengan
cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yang penuh
kasih sayang, sebagai panglima perang yang mahir, sebagai negarawan yang
pandai dan jujur, dan sebagai Muslim secara keseluruhan (kaffah) yang dapat
melakukan secara imbang antara kewajiban beribadah kepada Allah dan bergaul
dengan keluarga dan sahabatnya dengan baik.

Maka kajian Sirah Nabawiyah tidak lain hanya menampakkan aspek-aspek
kemanusiaan ini secara keseluruhan, yang tercermin dalam suri teladan yang
paling sempurna dan terbaik.

Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah bukan sekedar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan kisah-kisah dan kasus yang menarik. Karena itu, tidak sepatutnya kita menganggap kajian Fiqh Sirah Nabawiyah  termasuk kajian sejarah, sebagaimana kajian tentang sejarah hidup salah seorang khalifah atau sesuatu periode sejarah yang telah silam.

Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah ialah agar setiap Muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehidupan Nabi saw, sesudah ia dipahami secara konsepsional sebagai prinsip, akidah, dan hukum. Sirah Nabawiyah hanya merupakan upaya aplikatif yang bertujuan untuk memperjelas hakikat Islam secara utuh dalam keteladanannya yang tertinggi, Muhammad saw.

Bila kita rinci, hal tersebut dapat dibatasi dalam beberapa sasaran berikut ini.

1. Memahami pribadi kenabian Rasulullah saw melalui celah-celah kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya untuk menegaskan bahwa Rasulullah saw bukan hanya seorang yang terkenal genial di antara kaumnya, melainkan sebelum itu beliau adalah seorang rasul yang didukung oleh Allah dengan wahyu dan taufik dari-Nya.

2. Agar manusia mendapatkan gambaran Al-Matsal Al-A’ala menyangkut seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan epdoman kehidupan. Tidak diragukan lagi, betapapun manusia mencari matsal a’la (tipe ideal) mengenai salah satu aspek kehidupan, dia pasti akan mendapatkan di dalam kehidupan Rasulullah saw. secara jelas dan paripurna. Karena itulah Allah menjadikannya qudwah (teladan) bagi seluruh manusia. Allah berfirman.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzaab [33]: 21)

3. Agar manusia mendapatkan, dalam mengkaji sirah Rasulullah ini, sesuatu yang dapat membantunya untuk memahami Kitab Allah (Al-Qur’an) dan semangat tujuannya. Hal ini karena banyak ayat Al-Qur’an yang baru bisa ditafsirkan dan dijelaskan maksudnya melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dihadapi Rasulullah saw. dan disikapinya.

4. Melalui kajian sirah Rasulullah saw ini, seorang Muslim dapat mengumpulkan sekian banyak tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, baik menyangkut aqidah, hukum, maupun akhlak. Hal ini karena tidak diragukan lagi bahwa kehidupan Rasulullah saw. merupakan gambaran yang konkret dari sejumlah prinsip dan hukum Islam.

5. Agar setiap pembina (murabbi) dan da’i Islam memiliki contoh hidup menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah. Rasulullah saw. adalah seorang da’i, pemberi nasihat, dan pembina yang baik, yang tidak segan-segan mencari cara-cara pembinaan dan pendidikan terbaik selama beberapa periode dakwahnya.

Di antara hal terpenting yang menjadikan sirah Rasulullah saw. cukup memenuhi semua sasaran ini ialah bahwa seluruh kehidupan beliau mencakup seluruh aspek sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik segi pribadi maupun anggota masyarakat yang aktif.

Kehidupan Rasulullah saw. memberikan kepada kita contoh-contoh yang baik, baik sebagai pemuda Islam yang lurus perilakuya serta terpecaya di antara kaum dan juga kerabatnya maupun sebagai da’i kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, yang mengerahkan segala kemampuan untuk menyampaikan risalahnya. Juga sebagai kepala negara yang mengatur segala urusan dengan cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yang penuh kasih sayang, sebagai panglima perang yang mahir, sebagai negarawan yang pandai dan jujur, sebagai Muslim secara keseluruhan (kaffah) yang dapat melakukan secara imbang antara kewajiban beribadah kepada Allah dan bergaul dengan keluarga dan sahabatnya dengan baik.

Jadi kajian Sirah Nabawiyah tidak lain hanya menampakkan aspek-aspek kemanusiaan ini secara keseluruhan, yang tercermin dalam suri teladan yang paling sempurna dan terbaik.[]

About Mohammad Roqib

Penulis (Eep Setiawan) bukanlah orang hebat, apalagi sok hebat. Hanya ingin berbagi karena dengan berbagi kita akan terus belajar dan belajar. Berbagi takkan pernah merugikan diri. Malah sebaliknya, Dengan berbagi kita akan mendapat pengetahuan yang tak terpikirkan sebelumnya.

Posted on 21 Maret 2011, in Sejarah Rasulullah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada SIRAH RASULULLAH SAW.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: